indikator forex akurat

Indikator Forex Akurat Yang Direkomendasikan! Dijamin Menang Trading

Dalam bermain trading forex biasanya treader menggunakan alat ukur yang disebut indikator forex untuk memprediksi kondisi pasar kedepannya. Ada banyak indikator forex yang tersedia, namun tidak semua indikator forex akurat. Oleh karena itu trader harus jeli dalam memilih indikator forex. Berikut rekomendasi indikator forex yang memiliki tingkat akurasi tinggi:

Baca Juga: Trading Saham Menggunakan Fibonacci Retracement

1. Bollinger Band

Salah satu indikator Forex akurat adalah Bollinger Band. Indikator ini diciptakan oleh John Bollinger yang dikembangkan untuk membaca volatilitas pada chart sehingga keadaan pasar dapat dideteksi.

Bollinger band sendiri gunakan untuk memantau level support dan resistance karena kemampuannya yang dapat menghasilkan sinyal yang baik dan stabil. Indikator ini dapat memprediksi sebelum harga bergerak, serta memperkirakan apabila ada potensi terjadinya pembalikan.

Pasar dapat dikatakan sedang oversold apabila harga menyentuh band paling rendah. Sedangkan dikatakan sedang mengalami overbought apabila harga pasar menyentuh band paling atas. Karena memiliki tingkat kemenangan yang tinggi serta dapat menghasilkan profit yang konsisten, maka indikator ini dinilai sebagai salah satu indikator yang memiliki akurasi sangat tinggi.

2. RSI (Relative Strength Index)

Jenis indikator ini pertama kali dikembangkan oleh J. Welles Wilder. Cara kerjanya berdasarkan skala momentum dengan menggunakan skala 0 sampai 100 untuk mengidentifikasi pasar. Apabila RSI menunjukkan skala kurang dari 30 maka artinya kondisi pasar sedang oversold. Namun apabila angka menunjukkan skala lebih dari 70 maka artinya pasar sedang dalam keadaan overbought.

Selain itu indikator ini digunakan untuk mendeteksi arah trend. Ketentuannya jika RSI berada di angka kurang dari 50 maka dapat diartikan trend sedang menurun. Sebaliknya jika RSI menunjukkan angka lebih dari 50 maka trend sedang naik. Hasil yang diberikan RSI sangat akurat sehingga dapat menjadi rekomendasi indikator paling akurat untuk bermain trading.

Baca Juga :  Yuk Mengenal Trading Emas Berjangka bagi Pebisnis Pemula

3. Simple Moving Average (SMA)

Selanjutnya ada indikator SMA yang dinilai sebagai indikator dengan tingkat akurasi yang cukup tinggi. SMA sendiri ternyata memiliki popularitas yang tinggi di kalangan para trader. Cara kerjanya cukup berbeda dengan dua indikator sebelumnya. Metode paling akurat yang dapat digunakan dalam indikator ini yaitu dengan menggunakan bounce method.

Trader harus menunggu hingga trend terbentuk agar bisa masuk ke pasar dengan aman. Kemudian ketika RSI sudah memberikan sinyal, trader dapat memasuki pasar berdasarkan arah trend dengan menempatkan stop-loss di bawah harga pergerakan rata-rata. Sehingga trader memperoleh profit besar meskipun menggunakan stop-loss jarak pendek.

4. SAR (Parabolic Stop and Reverse)

Selanjutnya ada SAR, yaitu indikator forex yang dinilai paling akurat. Ketika menggunakan indikator ini akan muncul titik-titik di dalam chart pada bagian bawah atau atas chart yang dapat menunjukkan indikasi potensi pergerakan harga selanjutnya.

Cara kerjanya, ketika titi-titik muncul di atas chart maka dapat diartikan bahwa pasar sedang dalam kondisi trend menurun sehingga trader harus ambil order short. Sedangkan jika titik-titik muncul di bawah chart maka artinya kondisi trend di pasar sedang naik untuk itu trader harus ambil posisi long.

5. Stochastic

Indikator ini hampir sama dengan indikator RSI, yaitu sama-sama menggunakan metode momentum dalam mengidentifikasi pasar. Metode momentum sendiri merupakan metode yang digunakan untuk menentukan kapan trend akan berakhir serta digunakan untuk mengetahui posisi pasar sedang overbought atau oversold.

Stochastic digunakan trader dalam menentukan titik yang tepat untuk masuk ke pasar yaitu ketika trend baru akan terbentuk. Ketika stochastic menunjukkan angka lebih dari 80 artinya pasar dalam keadaan overbought dan diprediksi akan terjadi penurunan trend. Namun ketika stochastic menunjukkan angka kurang dari 20 artinya pasar sedang oversold dan tren diprediksi akan naik.

Baca Juga :  Cara Membaca Astrodox Untuk Trading Bagi Trader Pemula

Demikianlah beberapa indikator forex akurat yang direkomendasikan dalam tulisan ini.  Dengan menggunakan indikator yang tepat dan akurat, para trader bisa mendapatkan keuntungan maksimal yang minim resiko.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *