Token MISA Crypto Karya Anak Bangsa, Kini Melantai kevaluta asing

Token MISA Crypto Karya Anak Bangsa, Kini Melantai kevaluta asing

Salah satu bursa dengan pertumbuhan tercepat, ProBit Global, akan memiliki aset digital baru bernama SANGKARA (MISA) pada Initial Exchange Offering (IEO) pada hari Senin, 29 September 2021 pukul 16.00 WIB. Dengan bonus 15%. Saat membeli menggunakan PROB, yang merupakan token asli dari pertukaran.

SANGKARA (MISA) adalah token hasil karya anak Indonesia yang pertama kali melakukan proses IEO di valuta asing dan menempati peringkat 20 besar dunia. Ini juga menjadi token Indonesia pertama yang mengadakan IEO di ProBit Global.

PT Mitra Sangkara Abadi (MSA), pendiri MISATOKEN, telah menciptakan token berdasarkan aset fisik dunia nyata dan bisnis digital lama dengan slogan “Tokenisasi dan NFT terkemuka”.

CMO PT Mitra Sangkara Abadi Albert Setiawan mengatakan MSA telah mempersiapkan segalanya sejak lama dan merupakan pionir di Indonesia.

“Karena SANGKARA adalah token pertama yang rasanya seperti saham dan pelopor dalam proses tokenisasi Indonesia, MSA tidak mau gegabah. Aset kripto yang kami buat memiliki aset dasar yang tepat, Kami pastikan aman bagi orang yang membeli. mereka,” kata Albert.

MSA bekerja sama dengan APEDI (Asosiasi Pengusaha Desa Indonesia) untuk mendukung pembangunan desa dan pengusahanya. Dengan kerjasama MSA dan APEDI, diharapkan Industri Digital 4.0 tidak hanya dinikmati oleh masyarakat kota.

Kerja nyata yang dilakukan MSA adalah menyiapkan offtaker system dan pembiayaan pertanian, perkebunan dan peternakan berbasis aplikasi digital bernama SIPADU (Sistem Pengawasan Desa Terpadu).

SIPADU memberi pembeli jadwal pembelian dengan menampilkan kapan produk asli dari desa akan dipanen dan informasi kontak pemilik panen. Hal ini juga membantu Program Resi Gudang Kementerian Perdagangan dan Perindustrian secara Online.

Baca Juga :  Jerman Keluar dari Posisi Teratas Sebagai Ekonomi Kripto Paling Menguntungkan, Jerman Menjadi Pemimpin Tunggal

MSA bersama APEDI juga akan membantu mendanai pengusaha desa (petani, peternak, dll) yang tidak memenuhi syarat untuk pembiayaan lembaga keuangan.

Pembiayaan ini dilakukan secara organik dengan menyediakan bibit, pupuk dan kebutuhan produksi lainnya, dan hasil pembeliannya dilakukan oleh mitra MSA. APEDI bertanggung jawab atas penyertaan modal para pengusaha di desa-desa tersebut.

Albert menambahkan, MSA juga telah meluncurkan marketplace NFT untuk artis Indonesia, memberikan dukungan NFT gratis kepada semua artis melalui penjualan NFT dan sistem kolaborasi atau bagi hasil dari loyalitas.

Semua NFT yang dibuat oleh MSA dapat diakses dari http://www.sangkaranft.com/ dan proses transaksi bekerja dengan Bakery Swap menggunakan token kripto. Untuk fitur ini, MSA bekerja sama dengan platform konser online pertama di Indonesia, http://www.bantayahall.com/.

Konser yang dimulai pada Selasa, 30 November 2021 pukul 17.00WIB ini akan berlangsung dengan cara yang mudah dilihat oleh penonton online di seluruh Indonesia.

Rival Himran, CEO Bantaya Hall dan bassis grup musik Coconut Trees, mengatakan konser hybrid ini mewakili gaya hidup baru di era digital.

Konser tersebut dihadiri oleh banyak musisi Indonesia seperti Melanie Subono, Arie Dagienk, Ifan Seventeen, Iwa K, Ujan Sisitipsi, Kikan Chocolate, IwaOus dan Aponk The Ikan Bakar.

Konser “Langsamkan” ini akan menjadi tonggak sejarah bagi Banayahall.com di masa mendatang. “Setelah memasuki pasar luar negeri, MSA mengajukan audiensi ke Bappebti agar dapat menjadi aset kripto yang diakui Indonesia,” tambah Albert.

Baca Juga :  Rishi Sunak adalah seorang Crypto Bro

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *